Bulan Bahasa dan Sastra di Donggala Angkat Karya dan Mutu Pendidikan

Pendidikan3114 Dilihat

PENATEGAS — Guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas. Melalui kata, keteladanan, dan karya, mereka turut membentuk karakter generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai yang menjadi fondasi masa depan bangsa. Pesan inilah yang mengemuka dalam peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Kabupaten Donggala Tahun 2026 di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Selasa (27/10/2026).

Mengusung tema “Dari Guru untuk Semesta”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sekaligus mendorong lahirnya budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan pendidikan. Bahasa tidak hanya dipandang sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, menyampaikan gagasan, dan merawat persatuan.

Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tidak seharusnya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali peran bahasa dalam membentuk cara berpikir, berkomunikasi, dan kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, tahun 2026 juga menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah bahasa Indonesia, yang berkaitan dengan satu abad perjalanan gagasan kebahasaan sejak 1926 hingga 2026.

Ia menyambut baik tema yang diangkat karena menegaskan bahwa tanggung jawab guru tidak terbatas pada kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas. Guru juga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun karakter, serta membuka ruang bagi lahirnya kreativitas dan pemikiran baru.

“Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter dan membuka jalan bagi lahirnya gagasan serta karya,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutannya.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran buku antologi puisi berjudul “Nostalgia Ruang Kelas: Dulu, Kini, dan Nanti”. Buku ini menjadi representasi kreativitas para guru dalam merekam pengalaman, suka duka, pengabdian, serta dinamika pendidikan melalui karya sastra.

Bagi Taufik, kehadiran antologi tersebut menunjukkan bahwa pengalaman mengajar tidak hanya menyimpan cerita, tetapi juga memiliki nilai literasi yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karya-karya itu diharapkan mampu menginspirasi guru dan siswa untuk semakin dekat dengan aktivitas membaca dan menulis. Di sisi lain, literasi juga dapat menjadi sarana untuk mengangkat pengalaman lokal, kehidupan masyarakat pesisir, serta potensi Kabupaten Donggala ke dalam karya yang bermakna.

Ia menilai, penguatan budaya literasi perlu dibangun melalui keteladanan. Kecintaan terhadap Bahasa Indonesia akan tumbuh lebih kuat ketika peserta didik melihat bahasa yang baik, santun, dan beradab dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pengembangan literasi, Pemerintah Kabupaten Donggala juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui program akselerasi mutu Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP.

Taufik berharap program tersebut dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan berorientasi pada perbaikan pembelajaran. Hasil evaluasi akademik, menurutnya, harus menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa sekaligus memperkuat kemampuan literasi dan numerasi.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh angka atau nilai yang diperoleh siswa. Hal yang lebih mendasar adalah memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang berkualitas dan memiliki bekal memadai untuk melanjutkan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan selamat kepada para penerima MGMP Awards 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kreativitas, dedikasi, keaktifan, dan kontribusi nyata para guru dalam mengembangkan pendidikan.

Penghargaan itu diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi penerimanya, tetapi juga memacu para pendidik untuk terus menghasilkan karya, berbagi praktik pembelajaran yang baik, serta memperkuat kolaborasi antarguru.

 

Baca Juga:    https://penategas.id/2026/10/26/berani-bedah-rumah-raih-penghargaan-nasional-sulteng-dapat-insentif-rp1-miliar-dan-tambahan-250-unit/

 

Pemerintah Kabupaten Donggala, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan sebagai bagian dari visi mewujudkan Donggala yang sejahtera, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut perlu disertai peningkatan kompetensi, perhatian terhadap kesejahteraan, serta pemberian ruang kreativitas bagi para pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya menyediakan ruang bagi guru untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan karya sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Menurut Ansyar, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra bukan hanya menjadi ajang perayaan kebahasaan, melainkan juga wadah untuk menampilkan kemampuan dan talenta para guru yang selama ini perlu terus dikembangkan.

Ia mengapresiasi karya-karya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Potensi luar biasa yang dimiliki guru SMP di Kabupaten Donggala, katanya, perlu diperkenalkan lebih luas agar dapat menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya.

Karena itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga terus mendorong percepatan peningkatan mutu pendidikan dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi dinilai penting agar berbagai program peningkatan kualitas pembelajaran dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Ansyar berharap penguatan peran guru, pengembangan karya, serta kerja sama antarsekolah dapat mempercepat terwujudnya pendidikan yang lebih berkualitas di Kabupaten Donggala.

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Wilayah II Pantai Barat 1 Kabupaten Donggala, Henilda, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini menggabungkan tiga agenda utama yang dirancang untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mengapresiasi kontribusi guru.

Ketiga agenda tersebut meliputi peluncuran antologi puisi “Nostalgia Ruang Kelas: Dulu, Kini, dan Nanti”, penandatanganan program akselerasi atau aksi kolaborasi literasi dan numerasi melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP, serta penyelenggaraan MGMP Awards 2026.

Henilda menegaskan bahwa tema “Dari Guru untuk Semesta” mengandung pesan mendalam tentang arti pengabdian seorang pendidik. Setiap kata yang diajarkan, karya yang dihasilkan, dan ketulusan yang ditunjukkan guru di ruang kelas dapat menjadi bekal berharga bagi masa depan anak-anak Donggala.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan semakin memperkuat semangat para guru untuk terus maju, berkarya, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Kabupaten Donggala 2026 turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Dr. Mohammad Yasin Lataka, S.E., M.M., Ak.; Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Saharuddin, S.Pd., M.Pd., yang diwakili Rahmat, S.Pd., M.Pd.; serta perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Donggala.

Melalui kegiatan tersebut, pesan yang ingin ditegakkan tidak berhenti pada pentingnya menjaga bahasa, tetapi juga bagaimana bahasa dihidupkan melalui karya, pendidikan, dan keteladanan. Sebab, masa depan Bahasa Indonesia dan kualitas generasi penerus turut ditentukan oleh apa yang diajarkan, ditulis, dan dipraktikkan hari ini.

 

News Feed