Program OVOP di Donggala Dorong Produk Unggulan Desa Naik Kelas

Daerah34 Dilihat

PENATEGAS – Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu kunci mendorong kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah. Melalui program One Village One Product (OVOP), Pemerintah Kabupaten Donggala berupaya mengoptimalkan potensi lokal agar produk unggulan desa mampu berkembang, memiliki nilai tambah, dan menembus pasar yang lebih luas.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., saat membuka Sosialisasi dan Pameran Peningkatan Ekonomi Masyarakat Berbasis OVOP Tahun 2026 di Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan, Rabu (30/09/2026).

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi produktif, tetapi juga dirangkaikan dengan peluncuran penyaluran bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM), aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta pelantikan tiga kepala desa Pengganti Antar Waktu (PAW) dan 31 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Donggala, Budi Santosa, S.STP., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa program OVOP dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah desa, kelompok sadar wisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat mengenai pentingnya mengembangkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan prospek pasar.

Tidak sekadar meningkatkan produksi, para pelaku usaha juga didorong untuk memperbaiki kualitas, mengembangkan inovasi, memperkuat kemasan, serta meningkatkan daya saing agar produk lokal mampu memasuki pasar ritel modern.

Pameran produk unggulan yang digelar dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha desa untuk memperkenalkan hasil produksinya kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Di kesempatan yang sama, Bupati Vera Elena Laruni dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Donggala harus bertumpu pada kekuatan desa. Setiap desa, kata dia, memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

“Ekonomi Donggala harus tumbuh dari desa. Kita punya potensi, tinggal bagaimana kita dorong supaya produk lokal tidak berhenti di produksi, tapi bisa menembus pasar,” tegas Vera.

Ia menekankan, keberhasilan OVOP tidak cukup diukur dari banyaknya produk yang dihasilkan. Produk unggulan desa harus mampu memenuhi kebutuhan pasar, memiliki kualitas yang konsisten, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pelaku usaha dinilai penting untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang terintegrasi.

Di tengah upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Donggala juga memperkuat perlindungan sosial melalui peluncuran penyaluran bantuan sosial tahun 2026.

Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada perwakilan dari total 1.200 keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjaga daya beli di tengah tantangan ekonomi.

 

Baca Juga: https://penategas.id/2026/09/29/hilirisasi-komoditas-unggulan-sulteng-dimulai-ice-cream-nambaso-disiapkan-tembus-pasar-global/

 

Bantuan yang disalurkan berupa minyak goreng sebagai pengganti bantuan tabung gas elpiji yang sebelumnya masuk dalam janji politik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Donggala, Vera Elena Laruni dan Taufik M. Burhan, S.Pd., M.Si.

Perubahan bentuk bantuan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan agar penerima manfaat tidak memperoleh subsidi pemerintah secara ganda.

Bupati menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.

Ia juga mengingatkan bahwa bantuan sosial bukanlah satu-satunya jalan untuk mengentaskan kemiskinan. Bantuan tersebut merupakan jaring pengaman sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan peningkatan kesejahteraan jangka panjang harus ditopang oleh penguatan ekonomi produktif.

“Di satu sisi kita lindungi masyarakat melalui bantuan sosial, di sisi lain kita dorong kemandirian melalui OVOP. Ini harus berjalan bersama,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pelayanan administrasi kependudukan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati lantik tiga kepala desa yang terdiri dari Desa Sipi, Desa Watatu, dan Desa Loli Dondo, serta 31 anggota BPD yang berasal dari unsur terpilih dan Pengganti Antar Waktu (PAW).

Kepada para pejabat desa yang dilantik, Bupati berpesan agar senantiasa menjaga integritas, memperkuat koordinasi, dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Kepala desa dan BPD juga diharapkan mampu membangun sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan serta memastikan kebijakan desa berpihak pada kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Donggala menegaskan arah pembangunan yang mengintegrasikan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan mengembangkan produk unggulan desa melalui OVOP, pemerintah berharap desa tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Donggala.

News Feed