Enam Kampung Nelayan Merah Putih Disetujui Dibangun di Donggala, Nelayan Disiapkan Akses Pasar Lebih Luas  

Daerah5008 Dilihat

PENATEGAS – Enam kawasan pesisir di Kabupaten Donggala dipastikan mendapat persetujuan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini menjadi peluang besar bagi Donggala untuk memperkuat infrastruktur perikanan, meningkatkan produktivitas nelayan, sekaligus membuka akses pemasaran hasil tangkapan yang lebih luas. Tak sekadar membangun fasilitas fisik, KNMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ir. Ali Assegaf, S.Pi., MH., mengatakan kehadiran KNMP merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat pesisir, terutama dalam mendukung aktivitas penangkapan ikan. Selama ini, ketersediaan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor yang menentukan produktivitas serta keberlangsungan usaha nelayan.

“Keberadaan kampung nelayan ini merupakan salah satu program yang benar-benar sangat diperlukan oleh nelayan. Misalnya, kebutuhan sarana alat tangkap maupun fasilitas penangkapan ikan. Itu merupakan kebutuhan mendasar bagi mereka,” kata Ali di ruang kerjanya, Jumat (21/08/2026).

Menurutnya, manfaat KNMP tidak berhenti pada penyediaan fasilitas penangkapan ikan. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi tempat pendaratan ikan yang memungkinkan hasil tangkapan nelayan terkonsentrasi dalam satu lokasi.

Dengan sistem tersebut, produksi perikanan di setiap kawasan dapat terdata dan terukur secara lebih baik. Kondisi ini dinilai penting untuk memberikan gambaran mengenai potensi produksi sekaligus memudahkan pelaku usaha dalam menjalin kerja sama dengan nelayan.

“Yang kedua adalah fasilitas tempat pendaratan ikan. Kemudian, hasil produksi juga akan terpusat pada satu tempat sehingga bisa menjembatani pelaku bisnis untuk mengetahui dan mengukur total produksi dalam satu kawasan,” ujarnya.

Ali menjelaskan, konsep KNMP dirancang untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang lebih terintegrasi. Nelayan tidak hanya didorong meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mendapatkan dukungan dalam proses penanganan, pengumpulan, hingga pemasaran hasil perikanan.

Keterhubungan antara nelayan dan pelaku bisnis diharapkan mampu memperpendek rantai pemasaran serta membuka peluang kerja sama yang lebih menguntungkan. Dengan demikian, nelayan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapannya.

 

Baca Juga:   https://penategas.id/2026/08/20/mayjen-krido-pramono-rayakan-hut-ke-81-ri-lewat-panggung-musik-teruslah-melangkah-untuk-merah-putih/

 

Di Kabupaten Donggala, pemerintah daerah telah mengusulkan sebanyak 10 titik pembangunan KNMP. Dari jumlah tersebut, enam lokasi telah mendapatkan persetujuan untuk pelaksanaan konstruksi.

Enam lokasi itu meliputi Kelurahan Ganti Dusun Kulolu, Kelurahan Boneoge, Desa Wani 2, Desa Lero Tatari, Desa Batusuya, dan Desa Pangalasiang.

Adapun fasilitas yang direncanakan dalam kawasan KNMP mencakup tambatan perahu atau dermaga mini, tempat pendaratan ikan, sarana perbengkelan, fasilitas kuliner, kantor pengelola KNMP, penerangan kawasan, hingga pabrik es portable.

Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan nelayan, mulai dari persiapan melaut, penanganan hasil tangkapan, hingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

Program KNMP sendiri merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendukung sejumlah agenda strategis pemerintah, seperti swasembada pangan nasional, pengembangan ekonomi biru, pemerataan ekonomi, serta pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.

Bagi Donggala, pembangunan enam kawasan tersebut menjadi peluang untuk memperkuat fondasi ekonomi perikanan daerah. Tantangannya bukan hanya memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai rencana, melainkan juga menjamin fasilitas yang tersedia dapat dikelola secara optimal dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.

Jika seluruh fasilitas berfungsi sebagaimana mestinya, Kampung Nelayan Merah Putih berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir. Nelayan diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga memperoleh posisi lebih kuat dalam rantai produksi, distribusi, dan pemasaran perikanan.

News Feed