Sulteng Bidik Tahta Raja Durian Dunia, Ekspor Jadi Gerbang Pasar Global

Nasional510 Dilihat

PENATEGAS — Sulawesi Tengah mulai membidik pasar durian dunia. Pemerintah provinsi menempatkan komoditas hortikultura itu bukan lagi sekadar produk pertanian, melainkan sebagai salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.

Optimisme tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., saat membuka kegiatan “Berani Merdeka Ekspor Durian” yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (12/08/2026).

Anwar menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra durian unggulan Indonesia sekaligus membuka jalan menuju pasar internasional.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi starting point bagi kita untuk benar-benar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia,” ujar Anwar.

Untuk memperkuat identitas produk, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memperkenalkan branding “Volcano Durian Indonesia”. Merek tersebut diharapkan menjadi identitas durian Sulteng yang mampu bersaing di pasar nasional hingga mancanegara.

Menurut Anwar, upaya menembus pasar ekspor bukan pekerjaan yang baru dimulai. Bahkan sebelum dirinya menjabat gubernur, proses membuka akses pasar internasional telah dilakukan. Ekspor perdana durian Sulawesi Tengah berhasil direalisasikan pada 2025 dan kini terus dikembangkan.

Peluang terbesar, kata dia, salah satunya berada di pasar Republik Rakyat Tiongkok. Dalam dua kunjungannya ke negara tersebut, Anwar mengaku turut membawa misi memperkenalkan potensi durian Sulawesi Tengah.

Kedekatan geografis serta semakin terbukanya konektivitas transportasi antara Sulawesi Tengah dan Tiongkok dinilai menjadi modal penting untuk memperluas pasar. “Dari sisi rasa, durian kita tidak kalah. Ini peluang besar bagi Sulawesi Tengah,” katanya.

Namun, Anwar mengingatkan bahwa ambisi menjadi “raja durian dunia” tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam rantai pasok.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/08/12/refleksi-74-tahun-usia-donggala-garis-sejarah-ambisi-dan-ironi-ekonomi-kerakyatan/

Pemerintah, menurut dia, harus berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator dengan menciptakan regulasi, pelayanan, dan iklim investasi yang memudahkan pengembangan usaha. Sementara dunia usaha menjadi operator yang menggerakkan produksi, pengolahan, hingga ekspor.

“Kalau kita mau sukses, tidak boleh ada ego sektoral. Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah memberi ruang dan dukungan, dunia usaha bergerak di depan,” tegasnya.

Anwar juga meminta pemerintah kabupaten dan kota ikut memperkuat ekosistem durian, mulai dari pembangunan packing house, rumah durian, kemudahan perizinan, hingga pembinaan petani.

Pengembangan tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sebab, pasar ekspor tidak hanya membutuhkan kualitas buah, tetapi juga kontinuitas pasokan dan standar penanganan produk yang konsisten.

Bagi Anwar, nilai strategis durian tidak berhenti pada aktivitas ekspor. Hilirisasi komoditas tersebut diyakini dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, mulai dari petani, pedagang, pekerja pengemasan, sektor transportasi, hingga pelaku usaha turunan.

“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Multiplier effect dari proses hilirisasi durian ini luar biasa,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta pengembangan durian dilakukan secara berkelanjutan dengan menjaga mutu sekaligus memastikan ketersediaan pasokan sepanjang tahun. Dengan begitu, Sulawesi Tengah tidak hanya mampu menjual durian ketika musim panen, tetapi juga membangun reputasi sebagai pemasok yang dapat diandalkan pasar global.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan peluncuran dashboard potensi komoditas pertanian. Hadir dalam kegiatan itu Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Dr. Fausiah T. Ladja, S.P.M., M.Si., Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.AP., Wakil Bupati Morowali Irine Ilyas,S.E, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Ir.Sry Nirwanti Bahasoan, serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Jika konsistensi produksi, kualitas, konektivitas, dan kolaborasi dapat dijaga, ambisi menjadikan Sulteng sebagai “raja durian dunia” bukan sekadar slogan. Ekspor menjadi pintu masuk, sementara hilirisasi dan penguatan ekosistem menjadi kunci untuk memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat Sulawesi Tengah.

News Feed