Penerbangan Perdana Palu–Guangzhou Tandai Babak Baru Sulawesi Tengah Menembus Pasar Internasional

Nasional88 Dilihat

PENATEGAS – Tepat ketika pesawat Garuda Indonesia bersiap meninggalkan landasan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Kamis malam (06/08/2026), Sulawesi Tengah memulai babak baru dalam sejarah konektivitasnya.

Untuk pertama kalinya, penerbangan internasional langsung menghubungkan Palu dengan Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok, membuka jalur yang selama bertahun-tahun hanya menjadi harapan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Penerbangan charter perdana itu bukan sekadar penambahan rute udara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melihatnya sebagai pintu masuk menuju pasar global sekaligus penanda bahwa provinsi yang kaya sumber daya alam itu mulai menempatkan diri sebagai simpul baru perdagangan, investasi, dan pariwisata di Indonesia bagian timur.

Peresmian penerbangan dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Thomas Sugiarto Oentoro, jajaran Kementerian Perhubungan, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, kepala daerah se-Sulawesi Tengah, Forkopimda, serta sejumlah pelaku usaha.

Bagi Anwar Hafid, malam itu bukan hanya seremoni pembukaan penerbangan internasional. Ia menyebutnya sebagai jawaban atas penantian panjang masyarakat Sulawesi Tengah yang selama bertahun-tahun menginginkan akses langsung ke luar negeri.

“Ini adalah sejarah baru bagi Sulawesi Tengah. Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Melalui kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, Garuda Indonesia, dan semua pihak, malam ini kita berhasil membuka penerbangan internasional pertama dari Palu,” kata Anwar.

Anwar kemudian mengisahkan bagaimana gagasan mengenai konektivitas internasional telah lama ia simpan. Saat masih menjabat Bupati Morowali pada 2008, ia membayangkan daerahnya memiliki akses transportasi yang lebih terbuka.

Penerbangan Perdana Palu–Guangzhou Tandai Babak Baru Sulawesi Tengah Menembus Pasar Internasional
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menguning pita sebagai tanda dimulainnya rute Garuda Indonesia terbang dari Kota Palu menuju Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok. (ft: res)

Ketika dipercaya memimpin Sulawesi Tengah, mimpi itu berkembang menjadi target menghadirkan penerbangan internasional langsung dari Palu. Menurut dia, pencapaian tersebut bahkan datang lebih cepat dari perkiraannya.

“Awal 2025 saya membayangkan suatu hari melihat penerbangan internasional dari bandara ini. Alhamdulillah, hanya dalam waktu sekitar satu tahun mimpi itu menjadi kenyataan.”

Di balik penerbangan perdana itu, pemerintah daerah menyimpan agenda yang lebih besar. Sulawesi Tengah ingin mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi melalui kota-kota besar lain, sekaligus memangkas biaya logistik dan mempercepat arus barang maupun manusia ke pasar internasional.

Guangzhou dipilih bukan tanpa alasan. Kota itu merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Asia dan menjadi gerbang penting bagi jaringan industri serta logistik Tiongkok.

http://Baca juga: https://penategas.id/2026/08/07/pertemuan-wartawan-dan-dewan-pers-di-morowali-tekankan-profesionalisme-dan-peningkatan-kompetensi-jurnalis/

Dengan konektivitas langsung tersebut, pemerintah berharap produk unggulan Sulawesi Tengah—mulai dari hasil pertambangan, perkebunan, perikanan hingga komoditas ekspor lainnya—dapat menjangkau pasar luar negeri dengan lebih efisien.

Anwar mengatakan penerbangan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan internasional yang telah dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui kerja sama Sister Province dengan Provinsi Hainan dan Provinsi Sichuan.

Selain kerja sama ekonomi, ia melihat peluang besar pada sektor pariwisata dan kebudayaan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sichuan menunjukkan ketertarikan terhadap kawasan megalitikum dan warisan budaya Sulawesi Tengah yang dinilai memiliki kesamaan karakter dengan peninggalan sejarah di wilayah mereka.

“Kami ingin dunia mengenal Sulawesi Tengah bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena pariwisata, budaya, dan warisan sejarahnya,” ujarnya.

Dari sisi maskapai, Garuda Indonesia memandang rute tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas konektivitas ke kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi tinggi.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro mengatakan konektivitas langsung menuju Guangzhou akan mempercepat mobilitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, sekaligus membuka peluang investasi baru.

“Rute ini bukan sekadar menambah jaringan penerbangan Garuda Indonesia. Kami ingin menghadirkan konektivitas yang mampu membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat daya saing daerah,” kata Thomas.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun belum berhenti pada pembukaan rute Palu–Guangzhou.

Anwar Hafid mengungkapkan, China Southern Airlines dijadwalkan segera membuka penerbangan langsung Guangzhou–Palu. Selain itu, sejumlah maskapai juga tengah menjajaki pembukaan rute menuju Malaysia dan India.

Di saat yang sama, pemerintah mempercepat pengembangan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri melalui rencana perpanjangan landasan pacu agar mampu melayani pesawat berbadan lebar.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung cita-cita menjadikan Palu sebagai embarkasi haji di kawasan timur Indonesia. Bagi Sulawesi Tengah, penerbangan perdana menuju Guangzhou bukan sekadar menambah daftar tujuan internasional.

Penerbangan itu menjadi simbol perubahan arah pembangunan dari daerah yang selama ini lebih dikenal sebagai penghasil bahan baku menuju provinsi yang berupaya membangun konektivitas global, menarik investasi, dan memperluas nilai tambah ekonominya.

Tantangan berikutnya bukan lagi membuka jalur penerbangan, melainkan memastikan jalur tersebut tetap hidup melalui arus perdagangan, investasi, dan kunjungan internasional yang berkelanjutan.

News Feed