Dubes Uni Emirat Arab Lirik Sulawesi Tengah, Empat Sektor Strategis Disiapkan Jadi Magnet Investasi

Nasional129 Dilihat

PENATEGAS – Sulawesi Tengah kembali menjadi sorotan investor internasional. Kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, ke Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (04/08/2026), membuka babak baru upaya pemerintah daerah menarik investasi asing ke provinsi yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri berbasis sumber daya alam di Indonesia.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, Sp.PK., M.Kes menerima langsung kedatangan delegasi UEA.

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi diplomatik, tetapi juga menghasilkan komitmen awal untuk mempercepat kerjasama investasi melalui pembentukan tim khusus atau task force.

Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kunjungan tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa potensi ekonomi daerah mulai mendapat perhatian serius dari negara-negara dengan kapasitas investasi besar.

“Alhamdulillah, ini kunjungan yang sangat berarti. Kami melihat keseriusan dari Dubes UEA dalam menjajaki potensi investasi di Sulawesi Tengah. Banyak hal strategis yang telah dibahas, dan insya Allah akan segera kami tindaklanjuti secara konkret,” kata Gubernur Anwar Hafid.

Menurut Anwar, Sulawesi Tengah kini berada pada fase yang membutuhkan investasi berkualitas untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah provinsi membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia berharap masuknya investasi dari Uni Emirat Arab tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing industri, serta mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Di hadapan pemerintah daerah, Duta Besar UEA Abdulla Salem AlDhaheri mengungkapkan bahwa negaranya melihat Sulawesi Tengah sebagai kawasan yang memiliki prospek investasi sangat menjanjikan.

Kekayaan sumber daya alam yang dipadukan dengan komitmen pemerintah daerah dinilai menjadi modal penting bagi terciptanya kerjasama jangka panjang.

“Kami melihat banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama. Fokus kami antara lain pada sektor pertanian, energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, serta mineral,” ujarnya.

http://baca Juga: https://penategas.id/2026/08/03/belajar-dari-masyarakat-bukan-menggurui-pesan-sekda-donggala-kepada-mahasiswa-kkn/

Untuk memastikan peluang tersebut tidak berhenti pada tahap penjajakan, kedua belah pihak sepakat membentuk task force yang bertugas mengawal proses investasi.

Tim ini akan memetakan proyek-proyek prioritas, mempercepat komunikasi antara investor dan pemerintah, sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses realisasi investasi.

“Kami akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas. Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah,” tegas Abdulla.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Jakarta dalam waktu dekat.

Agenda utamanya adalah mempresentasikan secara rinci empat sektor unggulan yang diproyeksikan menjadi pintu masuk investasi Uni Emirat Arab, yakni industri mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan sektor perikanan.

Anwar Hafid menegaskan, daya tarik Sulawesi Tengah tidak lagi semata-mata bertumpu pada kekayaan sumber daya alam.

Pemerintah daerah juga tengah membangun fondasi investasi yang lebih kompetitif melalui penyediaan infrastruktur, penyederhanaan perizinan, serta pengembangan energi bersih untuk mendukung kawasan industri.

“Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” katanya.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menawarkan peluang kerja sama di sektor kesehatan.

Salah satu proyek yang dipromosikan kepada investor UEA adalah pembangunan rumah sakit bertaraf internasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia timur terhadap fasilitas kesehatan di luar daerah.

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Uni Emirat Arab itu berakhir dengan optimisme bersama.

Jika seluruh rencana investasi dapat direalisasikan, kolaborasi tersebut diperkirakan tidak hanya memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi pintu masuk investasi Timur Tengah yang lebih luas ke kawasan Indonesia timur.

 

News Feed