Vera E Laruni Pacu Mesin PAN, Bidik Delapan Kursi DPRD Donggala pada 2029

Politik73 Dilihat

PENATEGAS – Tepuk tangan bergemuruh memenuhi Gedung Oasis, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Minggu, (02/08/2026).

Di hadapan ratusan kader yang baru dilantik, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Donggala, Vera Elena Laruni, SE tidak memilih pidato yang penuh basa-basi. Ia langsung pasang target tinggi: delapan kursi DPRD Donggala pada Pemilu 2029.

Target itu hampir tiga kali lipat dari capaian PAN saat ini. Bagi Vera, kemenangan bukan sesuatu yang datang menjelang pemilu, melainkan hasil dari kerja politik yang dimulai sejak hari ini.

“Jangan hanya menjadi nama dalam struktur. Jadilah kader yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” kata Vera saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD PAN Donggala yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 16 kecamatan serta relawan PAN masa bakti 2025–2030.

Vera memahami tantangan yang menanti partainya tidak ringan. Persaingan politik pada Pemilu 2029 diperkirakan semakin ketat, sementara perilaku pemilih terus berubah.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran partai meninggalkan pola kerja musiman yang hanya terlihat menjelang pesta demokrasi. Menurutnya, masyarakat kini lebih menghargai kehadiran dibandingkan janji politik.

Di desa-desa, kawasan pesisir, hingga perkampungan nelayan, kata Vera, warga mengingat siapa yang datang ketika mereka membutuhkan bantuan, bukan siapa yang paling banyak memasang baliho atau menyampaikan slogan.

“Kalau kader PAN belum dikenal masyarakat, jangan salahkan rakyat. Artinya kita yang belum cukup hadir,” ujarnya.

Vera Laruni Pacu Mesin PAN, Bidik Delapan Kursi DPRD Donggala pada 2029
foto bersama dalam kegiatan Rakerda 1 DPD Pan Donggala. (Ft: PT)

Pernyataan itu menjadi benang merah arah konsolidasi PAN Donggala. Vera menegaskan, seluruh pengurus DPC wajib menjadikan organisasi sebagai mesin pelayanan masyarakat, bukan sekadar pelengkap administrasi partai. Ia bahkan mengingatkan agar tidak ada pengurus yang hanya aktif di atas kertas.

“Partai besar tidak dibangun oleh baliho. Partai besar dibangun oleh kader yang dikenal rakyat dan dirasakan manfaatnya,” katanya.

Sebagai Bupati Donggala, Vera mengakui ruang geraknya di tengah masyarakat tidak lagi seluas ketika masih berfokus membangun organisasi politik. Kesibukan menjalankan roda pemerintahan membuat sebagian waktunya tersita untuk membenahi birokrasi.

Namun, ia menilai hasil pembenahan mulai terlihat melalui meningkatnya kinerja sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhasil meraih berbagai penghargaan. Baginya, keberhasilan pemerintahan juga akan menjadi modal penting membangun kepercayaan publik terhadap PAN.

Meski demikian, Vera mengingatkan bahwa elektabilitas partai tidak boleh bergantung pada figur semata. Mesin organisasi harus bergerak secara kolektif hingga tingkat desa.

Karena itu, ia meminta seluruh kader memperkuat kemampuan komunikasi politik sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Menurut Vera, ruang digital kini menjadi medan baru perebutan kepercayaan publik. Masyarakat tidak lagi hanya memperoleh informasi melalui tatap muka, tetapi juga dari media sosial dan berbagai platform digital.

“Kader PAN harus mampu berbicara, meyakinkan masyarakat, bernegosiasi, dan menguasai ruang digital. Siapa yang mampu menguasai narasi, dia yang akan memenangkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengurus partai lebih agresif merekrut generasi muda. Kampus, komunitas pemuda, hingga kelompok-kelompok kreatif dinilai menjadi ruang strategis untuk mencari kader baru yang memiliki kapasitas dan integritas.

“Jangan menunggu. Politik tidak menunggu siapapun. Yang bergerak hari ini akan memiliki peluang lebih besar pada 2029,” katanya.

Di penghujung pidato, Vera kembali menegaskan sasaran yang ingin dicapai PAN Donggala pada pemilu mendatang. Ia meminta setiap daerah pemilihan mampu menyumbangkan sedikitnya dua kursi DPRD.

Target itu, menurut dia, bukan sekadar angka, melainkan ukuran keberhasilan seluruh kader dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat selama tiga tahun ke depan.

“Kemenangan tidak datang karena harapan. Kemenangan datang karena kerja. Kalau kita ingin dipercaya rakyat, kita harus hadir lebih dulu dalam kehidupan mereka,” ujar Vera.

http://baca Juga: https://penategas.id/2026/08/01/alokasi-dana-pendidikan-pasca-putusan-mahkamah-konstitusi/

Rakerda I DPD PAN Donggala turut dihadiri Ketua DPW PAN Sulawesi Tengah Dr. Sarifuddin Sudding, SH., MH, Sekretaris DPW PAN Muhammad Ramadan Maulana, Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, S.Pd., M.Si, Kajari Donggala, Andi Reny Rummana, SH., MH, Kapolres Donggala, AKBP Aditya Rochaulia Suharto Ketua Harian DPW PAN Roni Tanusaputra, Bendahara DPW PAN Mujib A Karim, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Ronald Gulla, ST dan Awaluddin, S.Sos., M.P.A., bersama jajaran pengurus DPD, pengurus DPC dari 16 kecamatan, relawan, serta ratusan kader PAN se-Kabupaten Donggala dan para ketua DPC lintas partai.

Rakerda tersebut menjadi titik awal konsolidasi PAN Donggala menghadapi Pemilu 2029. Bagi Vera, waktu tiga tahun bukanlah masa yang panjang.

Karena itu, ia meminta seluruh kader segera meninggalkan euforia pelantikan dan mulai bekerja di tengah masyarakat. Target delapan kursi, katanya, hanya dapat dicapai jika PAN mampu membuktikan diri sebagai partai yang hadir sebelum rakyat meminta.

News Feed