PENATEGAS – Pesan paling penting dalam pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palu di Kabupaten Donggala bukanlah soal lokasi penempatan atau lamanya masa pengabdian.
Yang ditekankan justru cara memandang masyarakat. Mahasiswa diminta datang bukan sebagai orang yang merasa paling tahu, melainkan sebagai pembelajar yang bersedia mendengar.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., S.H., M.AP., saat menerima sekaligus melepas mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palu Kampus 2 Donggala Angkatan 70 Tahun Akademik 2025/2026 di Ruang Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Donggala, Senin (03/08/2026).
Bagi Rustam, KKN tidak boleh berhenti sebagai rutinitas akademik yang berakhir dengan laporan dan nilai. Program itu harus menjadi ruang perjumpaan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kenyataan yang dihadapi masyarakat setiap hari.
“KKN adalah momentum di mana mahasiswa belajar langsung dari masyarakat, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Pandangan tersebut mencerminkan harapan pemerintah daerah agar kegiatan pengabdian mahasiswa tidak sekadar menghadirkan program seremonial.

Kehadiran mahasiswa di desa dan kelurahan diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang sederhana, tetapi relevan dengan kebutuhan warga, sekaligus memberi pengalaman berharga bagi peserta KKN dalam memahami dinamika pembangunan di tingkat akar rumput.
Dr. Rustam Efendi juga menyoroti konsistensi Universitas Muhammadiyah Palu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan salah satu modal penting dalam memperkuat pembangunan daerah. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui riset dan pengabdian.
Program KKN tahun ini memiliki karakter yang berbeda. Sebagian pesertanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala yang sedang melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palu.
Kehadiran mereka dinilai dapat menjadi jembatan antara pengalaman birokrasi dan pendekatan akademik dalam merancang program pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Donggala pun memastikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Seluruh perangkat daerah diharapkan memberikan ruang dan kesempatan kepada peserta KKN untuk menjalankan kegiatan pengabdian tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap pelayanan publik, terutama bagi peserta yang masih aktif bertugas sebagai ASN maupun tenaga non-ASN.
Sebanyak 33 mahasiswa diterjunkan dalam KKN Angkatan 70. Sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Manajemen akan melaksanakan pengabdian di Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa. Sementara itu, 11 mahasiswa Program Studi Informatika ditempatkan di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah.
Menjelang akhir sambutannya, Rustam menyampaikan pesan yang menjadi inti seluruh kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana mahasiswa mampu memahami kebutuhan masyarakat dan meninggalkan manfaat yang berkelanjutan.
“Jangan datang sebagai orang yang merasa paling tahu. Datanglah sebagai pembelajar. Dengarkan masyarakat, pahami kebutuhan mereka, lalu hadirkan solusi yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pelepasan mahasiswa KKN itu turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Kabupaten Donggala, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Sekretaris Universitas Muhammadiyah Palu, para dosen pendamping, Camat Banawa, Camat Banawa Tengah, serta Lurah Boya.
Kehadiran pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam satu forum menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan perguruan tinggi dalam menghadirkan gagasan dan kerja nyata di tengah masyarakat.








