Gubernur Anwar Hafid Terima Danlanud Sultan Hasanuddin, Bahas Pengembangan Lanud Palu dan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

Daerah27 Dilihat

PENATEGAS – Komitmen memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan TNI Angkatan Udara kembali ditegaskan dalam pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dengan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Kolonel Pnb Vincentius Endy Hary Putra, di ruang kerja gubernur, Senin (29/06/2026).

Kunjungan silaturahmi tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas penguatan kerjasama di bidang pertahanan, penanggulangan bencana, hingga rencana pengembangan Detasemen TNI AU Palu menjadi Pangkalan TNI AU (Lanud) yang dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan dan keamanan Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan itu, Kolonel Vincentius menyampaikan salam hormat dari Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Tonny Harjono, serta Panglima Komando Operasi Udara.

Ia juga menjelaskan bahwa wilayah kerja Lanud Sultan Hasanuddin meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat, dengan dukungan detasemen yang berada di Palu dan Mamuju.

Menurutnya, TNI AU berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan kebencanaan yang membutuhkan respons cepat.

“Kami siap hadir dan membantu kapanpun dibutuhkan, terutama dalam situasi darurat. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Kolonel Vincentius.

Ia menegaskan, TNI AU memiliki kesiapan mengerahkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista), mulai dari pesawat angkut Hercules, helikopter, hingga armada udara lainnya yang berpangkalan di Makassar untuk mendukung operasi kemanusiaan maupun penanganan bencana di Sulawesi Tengah.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/29/informasi-harga-kebutuhan-pokok-dan-bahan-strategis-pasar-inpres-malonda-kabupaten-donggala-senin-29-06-2026/

Selain kesiapsiagaan menghadapi bencana, pertemuan tersebut juga membahas rencana strategis peningkatan status Detasemen TNI AU Palu menjadi Lanud.

Menurut Kolonel Vincentius, Markas Besar TNI AU telah beberapa kali melakukan pembahasan terkait rencana tersebut dan berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam penyediaan lahan.

Ia menjelaskan, pada tahap awal pengembangan dibutuhkan lahan sekitar lima hektar untuk operasional dasar. Namun, agar pengembangan dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan jangka panjang, luas lahan ideal diperkirakan mencapai sekitar 24 hektar.

“Awalnya direncanakan sekitar lima hektar untuk operasional awal, namun secara ideal kebutuhan lahan mencapai sekitar 24 hektare agar pengembangan dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Keberadaan Lanud di Palu dinilai memiliki nilai strategis yang sangat penting. Selain memperkuat sistem pertahanan dan keamanan wilayah, pangkalan udara tersebut juga akan mendukung operasional Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, termasuk rencana pembukaan penerbangan internasional serta pengamanan kawasan industri strategis yang terus berkembang di Sulawesi Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan Lanud Palu.

Menurutnya, keberadaan pangkalan udara militer akan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penanganan bencana hingga menjaga stabilitas keamanan di tengah pesatnya pertumbuhan investasi dan industri.

“Kehadiran Lanud di Palu sangat kita butuhkan, apalagi Sulawesi Tengah merupakan kawasan strategis yang terus berkembang, baik dari sisi industri maupun konektivitas internasional,” kata Anwar Hafid.

Gubernur juga menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan TNI AU merupakan langkah penting dalam mendukung pembangunan daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur pertahanan yang semakin kuat, mobilisasi bantuan saat terjadi bencana dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan para pelaku investasi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi guna mewujudkan pengembangan Lanud Palu sebagai salah satu proyek strategis yang akan mendukung pertahanan, konektivitas, serta percepatan pembangunan Sulawesi Tengah di masa mendatang.