Save the Children Luncurkan Program CORE di Sulteng, Perkuat Ketahanan Komunitas Kakao dan Kesejahteraan Masyarakat

Nasional91 Dilihat

PENATEGAS – Yayasan Save the Children Indonesia resmi mengawali pelaksanaan Program CORE (Cocoa Resilience & Empowerment) di Provinsi Sulawesi Tengah melalui kegiatan peluncuran (kick off) yang digelar di Ruang Rapat VIP Nagana Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (18/06/2026).

Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan komunitas kakao sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Program CORE merupakan inisiatif yang didukung oleh Mars Impact Fund dan dilaksanakan di lima provinsi di Indonesia. Di Sulawesi Tengah, program tersebut akan menjangkau sejumlah daerah sentra produksi kakao, yakni Kabupaten Sigi, Poso, Parigi Moutong, Morowali Utara, dan Banggai.

Kegiatan peluncuran dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Yayasan Save the Children Indonesia, Mars, Yayasan Panorama Lestari, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten lokasi sasaran program.

Kehadiran berbagai pihak tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari jaringan global Save the Children International, Save the Children Indonesia telah berkiprah sejak tahun 1976 melalui berbagai program yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Melalui Program CORE, organisasi ini memperluas kontribusinya dengan menyasar komunitas petani kakao yang menjadi salah satu penggerak ekonomi pedesaan di Sulawesi Tengah.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/18/informasi-harga-kebutuhan-pokok-dan-bahan-strategis-pasar-malonda-kabupaten-donggala-sulawesi-tengah-tanggal-18-06-2026/

Perwakilan Save the Children Indonesia, Ihwana, menjelaskan bahwa Program CORE dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat penghasil kakao.

Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh isu perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, tata kelola desa, hingga dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.

“Program CORE hadir untuk memperkuat ketahanan komunitas kakao melalui pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan anak, kesetaraan gender, penguatan tata kelola desa, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Salah satu komponen penting dalam program ini adalah pengembangan Village Saving and Loan Association (VSLA) atau kelompok simpan pinjam berbasis masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan, sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dan mengurangi kerentanan masyarakat pedesaan.

Selain memperkuat aspek ekonomi, Program CORE juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak. Pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, kelompok perempuan, komunitas petani, hingga sektor swasta didorong untuk berperan aktif dalam menciptakan perubahan yang berdampak jangka panjang.

Program ini juga menargetkan lahirnya desa graduasi atau desa mandiri yang mampu menjadi pusat pembelajaran dan percontohan bagi wilayah lain. Desa-desa tersebut diharapkan dapat menunjukkan praktik terbaik dalam membangun ketahanan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Donny Iwan Setiawan, membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan Kepala Bappeda Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyambut baik pelaksanaan Program CORE sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Program CORE, Save the Children Indonesia berharap dapat mewujudkan komunitas kakao yang lebih tangguh, sejahtera, dan ramah anak, sekaligus memperkuat peran masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

News Feed